lihat lah apa apa yang terjadi dalam hidup ini sebagai pertimbangan kehidupan nanti

bismillahirrahmanirahim
awal pagi yang baik ketika kita bergegas bangun dari tidur yang lena, hal pertama yang kita dengarkan adalah suara azan yang berkumandang, kemudian dengan masih lemah dan tak semangat kita berupaya untuk bangun tertatih tatih menjumpai bilasan air yakni wudhu, kondisi yang sejuk seakan menusuk tulang, sulit sekali untuk kita merasa garang apalagi bila tiba musim penghujan, namun kita terus berupaya.

setelah beberapa saat kita meundukkan diri dalam menghadap NYA kemudian tibalah sang surya yang memberi keelokan dan pesona pagi, burung berkicau nan riang, embun menitik jatuh dari muka dedaunan, senyum riang dari mentari menyemangati padang rumput nan narai, mulailah kita beraktifitas dengan masing masing amanah. seorang petani mengambil sabit dan cangkulnya menyusuri setapak jalan menuju sawah, para buruh mengangkat pahat dan palunya menuju tempat mereka mencari nafkah, dan segala aktivitas menyibukkan dan memberi rasa lelah dilakukan. sebahagian hanya duduk mendengkur menunggu waktu berlalu, mereka tidak memanfaatkan waktu melainkan menyia nyiakannya.

disore hari nya semua kembali kepada peraduan. sebagaimana matahari yang kembali tenggelam karena telah selesai menjalankan titah Tuhan nya, begitulah setiap manusia kembali ketempat peristirahatan nya. menuai ketentraman dan kebahagiaan bersama keluarga, menikmati hasil jerih payah bekerja seharian dari pagi hingga petang, membaringkan badan yang lelah dihempas oleh banyak tugas tugas.

seperti itulah perumpamaan hidup kita, diawali dari kelahiran yang ketika itu kita masih sangat lemah, belum menginginkan apa apa dan masih selalu berupaya mengenali diri dan pencipta, kemudian umur bertambah sebagaimana matahari beranjak naik dan semakin meningkat, banyak hal yang kita lakukan seiring waktu berjalan, masing masing sibuk mempersiapkan bekalan untuk pulang, sebahagian lalai dalam hal hal yang tidak berguna, semua akan menuai hasil dari aktivitas nya ketika senja tiba dan senja itulah kematian, semua kembali keperaduan untuk menikmati hasil pekerjaan.

wallahu a'lam

Posting Komentar