dahulu dan kini

harap yang semakin menguap
aku beralih dari takdir ini ke tepi
apa akan ada takdir lainnya, dia tanya??
tentu saja, aku percaya.!!

mengapa mengusik ku
wahai masa..
aku tergesa gesa menggiring asa
apa yang ku dapat aku lupa,

dahulu,,
merindu rembulan di tengah siang
merindu mentari di hening malam
apa yang dicemaskan..
bukan kah penghapus itu bernama waktu


kini..
kian aku memahami MU
KAU sang Pecinta yang tak terbatas masa
Kau Kekasih yang tak pernah pamrih
di dekap Mu aku mengemis kasih.




Posting Komentar