husnul khatimah vs Suul Khatimah


terkisah dua orang bersaudara yang sudah lama ditinggal ibunya. mereka adalah ma'e dan ma'un, ibu dan bapaknya sudah meninggal ketika mereka masih kecil, ma'e adalah pribadi yang tekun dan bersahaja, kesehariannya baik, dia rajin mengaji, dan menjauhkan diri dari aktivitas dunia yang tidak berguna, saban hari dia menghabiskan waktu di surau, mengaji dan mengkaji ilmu agama, selebihnya dia menggumpani kambing peliharaannya di ladang belakang bilek. hidup sederhana, iya tidak pernah berkeinginan untuk memiliki banyak harta, dia tidak punya banyak teman dan tidak banyak orang yang mengenalnya, beberapa kali ma'un mengajak untuk tinggal bersama, dia selalu menolak.

disudut lain adalah ma'un, pribadi yang cekatan dan energic, iya selalu menghabiskan waktunya dengan bereksperimen. membuat percobaan ini dan itu, sibuk belajar sains dan sama sekali tidak peduli dengan agama, ketekunannya dalam study sudah mengantarkan ma'un ke taraf internasional, iya sering menjadi pengisi acara di beberapa seminar internasional tentang peduli lingkungan. hidupnya serba mewah, dengan apa yang dia punya menyebabkan ma'un serakah, congkak dan sombong, bila sedang ada masalah maka dia memilih menenangkan diri dengan drugs dan minuman haram, inilah caranya yang begitu jahil.

suatu hari pada saat yang bersamaan, ma'e dan ma'en duduk merenungi keadaan satu sama lain,
ma'e menggumam, "apa yang sudah aku lakukan, saban hari aku beribadah dan mendekat kan diri kepada Allah, aku tidak pernah berkeinginan untuk keluar bersenang senang, setiap hari hanya di pondok dan surau saja, tinggal di bilek yang kumuh, sedang di sana saudara ku ma'un. dia tidak pernah mahu mendengar kata kata ku, dia selalu saja mengelak ketika aku ajak shalat. sedang apa yang dia peroleh selalu lebih baik dari ku, dia dikenal banyak orang, hidup serba mewah, bla bla bla". ma'e semakin menyesali kebaikannya. setan telah menguasai pemuda ini dan terbisit keinginan dihartinya untuk merubah diri, bersikap selayak ma'un yang sudah meneguk manisnya tipu dunia.

disudut lain ma'un merenung dan memikirkan keadaannya, setelah semalaman dia mabuk dan terkulai di atas tilam rebah di kamar nya. dia menatap kosong dan hatinya mulai disinari, seakan cahaya matahari yang masuk melalui celah kain gorden jendela, mampu menembus wajah dan akhirnya masuk merambat melalui urat urat nadi, kemudian menitipkan secercah sinar pada hati ma'un/
"apalah aku ini, aku teramat sangat hina. waktu kuhabiskan percuma, serta merta mengejar kelezatan dunia, sedang disana saudara ku ma'e, dia selalu dalam khusyu' ibadah, menundukkan diri pada aturan aturan Allah, dia bersahaja, hidup sederhana, dia dalam kebaikan, aku dan dia terlahir dari rahim yang sama, semestinya aku juga harus bersikap baik sebagaimana dia," hati ma'un semakin tercerahkan, ma'un benar benar menyesali kesalahan nya. dia berfikir untuk kembali kepada kebaikan.

ma'e dan ma'un sama sama ingin menjumpai satu dan lainnya.
ma'e bergegas mengambil sepedanya dan mendayung kuat kuat untuk menjumpai ma'un, guna meminta ikut bersama nya dalam kesesatan. sedang ma'un bergegas mengambil mobil nya dan menyetir dengan kecepatan kencang, hendak menjumpai ma'e dan meminta ma'e mengajarkan nya perkara agama,  bersegera kepada kebaikan, iya ingin kembali dalam taubat dan ingin ta'at. namun sesampai di sebuah gang mereka pun bertemu dengan pertemuan yang sangat tak di duga, jalan lorong dengan belokan sempit telah membuat mereka saling menabrak, mae tewas seketika , ma'un yang kehilangan kendali kemudinya kemudian menabrak tiang. dan akhirnya juga meninggal di tempat.

lihatlah,, siapa sangka, ma'e yang kesehariannya baik, namun ketika akhir usia nya dia mati dalam keadaan jiwa maksiat (suul khatimah), hendak menanggalkan agamanya demi meraih dunia, dan siapa sangka ma'un yang kesehariannya penuh maksiat dan ternyata di akhir hayatnya dia meninggal dalam keadaan taubat, dan jiwa yang penuh dengan niat kembali kepada ta'at (khusnul khatimah).

mari mengambil pelajaran, bahwa sesuatu yang baik tidak menjamin kebaikan pada akhirnya, dan sesuatu yang buruk juga tidak menjamin keburukan pada Akhirnya, mari bermunajad kepada Allah, mari memperbaiki hati, memperbaiki diri, mudah mudahan Allah menolong kita untuk menyelamtkan diris endiri.

Posting Komentar