Filosofi Bunga Kates

 
Pepaya atau juga disebut kates memiliki berbagai macam spesies. dominan nya pepaya berbuah, baik itu buah yang berukuran besar panjang maupun yang berukuran bulat montok, namun disini saya tidak akan membahas buah pepaya melainkan bunga nya. 

pepaya jantan tidak berbuah melainkan berbunga, selanjutnya kita sebut bunga kates. bunga kates tumbuh pada tangkai yang memanjang,  secara morfologi kita dapat mengamati bentuknya seperti terompet ukuran kecil, warnanya putih kekuningan dan memiliki putik dan serbuk sari, bunga kates merupakan salah satu bahan olahan makanan. sebagaimana daunnya bungan kates juga memiliki cita rasa yang pahit, butuh cara pengolahan khusus untuk mengurangi rasa pahit ini. namun dibalik rasa pahitnya ini bunga kates memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. rasa pahit ini disebabkan oleh kandungan Alkaloid Carpein  atau C14H25No2.

senyawa Alkaloid Carpein diketahui mampu mengobati penyakit jantung, selain mengandung alkaloid carpein bungan kates juga mengandung tanin, steroid, flavanoid, triterpenoid, serat alami dan juga karbohidrat, senyawa ini dapat membantu melumpuhkan pengaruh radikal bebas. 

intinya disini adalah untuk mendapatkan manfaat dari bunga kates itu sendiri kita harus sabar dengan rasanya yang pahit, membiasakan lidah untuk tidak mengeluh dan berani menelannya.

beginilah gambaran kehidupan, anggaplah bunga kates ini sebagai kritikan dan saran, hujatan dan cemoohan dari lingkungan sekitar sedangkan lidah kita adalah kesabaran, adakalanya dengan kritik dan saran lah kita dapat memperbaiki apa yang salah, saya akui tidak tuntutan emosional seseorang adalah marah ketika mendapatkan respon buruk dari lingkungan, hal yang kita lakukan adalah yang baik menurut kita, sementara orang lain menganggapnya buruk karena tidak sesuai dengan keinginan mereka, kita harus bisa selayak lidah yang tahan dengan rasa pahit menelan bunga kates,  menerima kritikan dan saran dari mereka untuk memperbaiki, katakanlah memang kita tidak sedang berada di pihak yang salah, namun tidak ada salah nya kita untuk lebih memperkuat kebenaran kita dengan membuat sesuatu yang lebih baik.

pernah suatu hari saya mengomentari status yang di postkan oleh kawan saya, dia sangat menyukai warna merah menyala, dia lampirkan 3 jenis sepatu perempuan dengan warna merah menyala, saya hanya berkomentar "bukankah warna merah menyala itu warna yang tidak disukai oleh nabi"  dalam hal ini saya berbicara karena ada dalil yang pernah saya baca bahwa rasul membenci merah menyala yang domonan karena itu merupakan warna khas pakaian yahudi. kemudia kawan ini menjadi meradang, dia cari dalil lainnya untuk membantah apa yang saya sampaikan. dia menjudge bahwa saya sudah tidak bijak dengan berkomentar demikian pada statusnya,, baiklah saya terima bahwa dia punya dalil lainnya yang memboleh kan warna merah, dan saya anggap ini menjadi bahan pelajaran baru bagi saya, dengan respon seperti yang dia tunjukan membuat saya belajar bahwa tidak semua orang bisa dengan mudah menerima apa yang kita sampaikan,,


Posting Komentar