Kecapi dan Kelayu dimasa lalu

Hari ini banyak hal yang seru. Membahas masa kecil bersama Kak Lia dan Kak Rita. Keduanya adalah teman sekantorku. Kak Rita sudah berkeluarga, umurnya terpaut jauh dengan saya, sedang Kak Lia masih bisa dibilang sebaya dan belum berkeluarga juga. Umur kami hanya terpaut empat bulan saja, sekalipun demikian untuk menghormati saya memilih memanggilnya kakak.

Pembahasan dimulai dari Kak Lia bertanya, "Eh, Aini masih penah lihat buah kecapi sekarang, sudah agak langka ya nampaknya?
"Buah kecapi,, yaa yaa,, kami menyebutnya buah sentul, memang sudah lama tidak terlihat lagi dipasaran" Jawabku mengenang.

Buah kecapi
Buahnya berbentuk bulat pipih, kulit buah berwarna kuning hingga merah ketika sudah tua, kulit buah berbulu halus seperti beludru, kulitnya tebal menyatu dengan daging buah. Rasanya asam, bagian dalamnya daging berwarna putih dan melekat pada biji, rasanya pun asam dan jika sudah terlalu tua baru manis,

Dulu waktu kecil saya sering makan buah ini, ada batangnya dikebun. Saya ajak kawan-kawan sebaya yang ketika itu masih sekolah dasar. Kami bawa galah yang panjang untuk bisa memetik buah ini. Tentunya tanpa sepengetahuan bapak dan ibuku.  Jika orang tua tahu pasti tidak diizinkan karena memang tindakan ini berbahaya untuk anak kecil.

Hal yang paling unik adalah cara menikmatinya buah ini. kulit buah dikupas agak tebal, setelah buahnya bersih dari kulit maka daging buah di sayat sayat dan ditaburi dengan garam, untuk  menghilangkan rasa asamnya yang kecut kami melumuri daging buah tadi dengan daun kuda-kuda (kedondong pagar) yang sudah dilumatkan terlebih dahulu :D

Rasanya khas, dan kalau ditanya enak atau tidak saya tidak berani jawab  iya atau tidak, semua lidah punya cita rasa yang beda, tapi satu yang jujur bahwa saya sangat ingat rasanya yang khas, sudah lama ternyata makanan ini saya tinggalkan. Sudah langka keberadaannya.

Satu lagi yang juga sangat layak untuk dikenang yaitu  buah Kalalayu.

Buah Kalalayu

Saya tidak tahu asal muasal penamaan buah ini kalalayu, kami menyebutnya (buah layu) bentuk kecil kecit, semasih muda warnanya hijau dan terus menguning hingga merah tua ketika sudah benar benar tua, manikmati buah ini bisa dengan langsung dimakan begitu saja, namun jik di beri tambahan garam maka lebih terasa, heee

Sayangnya anak-anak di masa kini sudah tidak lagi mengkonsumsi buah ini. Bahkan kadang kenal pun sudah tidak, mereka sudah dimanjakan dengan makanan siap saji selayak indomie dan snack lainnya, yang mengandung penyedap rasa pengawet dan bahan kimia lainnya.


Posting Komentar