Perbedaan Potensi untuk Keseimbangan


sepetak lahan disamping rumah kami jadikan taman obat keluarga dan kami tanami dengan beberapa jenis sayur lainnya. seperti batang cabe, paria, pepaya, sirih, tomat, salam, tebu, selada, kangkung, jambu, dan lainnya, asam jawa, mangga, dalam sepetak tanah yang kandungan unsur hara nya sama ditumbuhi oleh tanaman yang berbeda bentuk dan berbeda cita rasa.

cabe rawit, bentuk nya kecil namun pedasnya mengalahkan cabe hijau dan cabe merah yang perbandingan ukurannya 1:10. paria rasanya cukup pahit bahkan mengalahkan pahitnya rasa bunga kates, rasa tomat sedikit asam tidak seperti asam jawa, dan tebu rasanya manis,, ini ditanam pada tempat yang sama lho saudara saudara,, jarak pohon yang satu dengan yang lainnya tidak disekat dengan apapun, tapi cita rasanya bisa berbeda total.

mari melihatnya sebagai bentuk pelajaran kehidupan, kita hidup pada lingkungan yang sama, namun tingkat potensi yang kita miliki berbeda, seseorang bisa saja begitu cerdas dalam bidang desain namun ketika di berikan palu dan pahat dia justru tidak mampu membangun sebuah kandang untuk kelinci, seseorang sangat terampil dalam bidang ekonomi namun ketika dihadapkan pada lahan pertanian bahkan dia tidak tahu bagaimana cara menanam padi.

seseorang mampu menguasai bahasa inggris, bahasa arab, bahasa korea, namun ketika diminta untuk berhadapan dengan tuna rungu justru dia tidak tahu harus berkomunikasi bagaimana. lulusan IT amun ketika diminta mengimami shalat jenazah orang tua nya justru meminta orang lain untuk menggantikan posisisnya,

inilah gambaran kehidupan, kita selayak tanaman yang tumbuh pada lahan yang sama namun cita rasanya berbeda, maka kita juga hidup dalam lingkungan yang sama namun dengan potensi yang sama,, Allah tetapkan khas tersendiri yang berbeda beda agar terbentuk keseimbangan alam, bayangkan jika setiap tumbuhan itu rasanya manis maka setiap manusia akan mengidap diabetes. jika semua pahit, atau jika semuanya asam,, lidah akan kehilangan fungsi nya.

jika semua jadi insinyur siapa yang akan jadi enginer, jika semua jadi dokter siapa yang akan jadi petani, jika semua jadi petani siapa yang akan jualan ikan dipasar, jika semua menjadi bla bla bla siapa yang kan menjadi bli bli bli,,, 






pandai pandailah bersyukur,,


tidaklah diciptakan kita memiliki kekurangan melainkan telah Allah tetapkan kelebihan pada yang lainnya, begitu juga sebaliknya, agar kita saling membutuhkan dalam interaksi untuk sebuah keseimbangan..

Posting Komentar