Nikmat pada Proses

Menikmati proses dengan menikmati hasil adalah dua hal yang berbeda jauh. Ada orang yang sangat bahagia dengan hasil yang dia dapat. Tapi, bagi penikmat proses justru dia bahagia dengan prosesnya saja.
Tamsilan, seorang pegawai negeri menghabiskan separuh waktu dihari liburnya untuk memancing di tepi pantai Alu Naga. Berpeluh peluh badan dan kulit kian menghitam tak dihiraukan.

Jika untuk mendapatkan ikan, dia tidak perlu bersusah payah seperti ini. Cukup dengan selembar uang lima puluh ribu, saya rasa dia bisa dapat sekantong ikan di pasar Peunanyong. Atau, dia singgah di rumah makan seafood, itu lebih praktis lagi. Tapi, bukan hasil yang dia kejar, melainkan kenikmatan proses. Menunggu kail dihentak-hentak oleh ikan yang memakan umpan, kemudian mengangkatnya ke permukaan. Sekalipun kecil ikannya. Tapi betapa nikmat moment itu hingga dia bela-belain mengambil foto yang kemudian bahkan di uploud ke istagram.

Tentang menikmati proses lainnya, hari ini menu makan siang di rumah saya juga tidak kalah nikmat prosesnya. Proses mengendus chu. Chu itu sejenis keong dengan pantat yang runcing. Digulai dengan pepaya tua. Nikmatnya benar-benar membuat kita lupa bagaimana rasa chu itu sebenarnya

Posting Komentar