Ghural Muhajjalin

Ada keistimewaan yang dapat terlihat jelas nanti di Padang Mahsyar terhadap suatu kaum yang menjadi pusat perhatian kala itu. Mereka diperhatikan bukan karena ukuran badannya yang lebih besar, lebih tinggi, lebih tegap, lebih ganteng. Bukan, bukan karena itu. Keunggulan fisik tidak dimiliki oleh kaum ini semasa di dunia. Kaum ini adalah kaum paling rendah diantara kaum yang lain yang sudah mendahului mereka, ini adalah kaum terakhir yang dipimpin oleh khatimatul anbiya.

Maha suci Allah yang memerintahkan kaum ini untuk menyembah-Nya dengan rukuk dan sujud. Kaifiat (tata cara) shalat mewajibkan wudhu sebagai syarat sahnya shalat. Maka dalam sehari semalam kaum ini membasuh wajah, lengan dan kaki mereka. Kewajiban lima kali sehari semalam ini merupakan rutinitas yang tidak terhenti sebelum seseorang  meninggal dunia.

Dampak dari rutinitas kebersihan ini tidak hanya bagi kebaikan di dunia namun juga di akhirat. Seluruh anggota wudhu tersebut akan bercahaya di sana. Ketika kaum yang lain bertanya-tanya. “Siapa mereka, kenapa mereka begitu indah dan bercahaya” kemudian dijawablah dari pihak malaikat. “Mereka adalah para Ghural Muhajjalin, umat Muhammad yang selalu mensucikan diri dengan wudhu.”
 sebagaimana yang di firmankan oleh Allah “Banyak muka pada waktu itu berseri-seri, tertawa dan gembira” (QS.’Abasa: 38-39)


Posting Komentar