Jangan jatuh cinta pada perokok

gonna die

"Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?" <= ini cuplikan puisi yang berjudul Tuhan Sembilan Senti Karya Taufik Ismail, sudah pernah baca kan? kalau belum anggap saja sudah karena sudah baca cuplikan yang saya tulis diatas.
Saya hanya ingin mengajak kita berdamai dengan diri sendiri. Sebab begini, bicara tentang rokok adalah bicara problematika yang sudah mendarah daging dan menggapah dikalangan masyarakat kita. Betapa tidak, nyaris seluruh lapisan masyarakat tidak asing dengan hal ini. Semua kenal bahkan akrab dengan batang berukuran panjang sembilan senti dengan diameter satu, dua atau tiga senti tersebut.

Pak polisi, Pak Hakim, Pak Camat, Pak Bupati, Petani, Pedagang, bahkan ibu-ibu ada juga yang terjangkit candu pada rokok. Apa hendak dikata, sekali mencoba maka jangan harap untuk tidak tergoda. Melepas diri dari candu rokok sangat dilematis bagi ahli hisab. Namun tidak ada kata tak mungkin bagi orang yang mau mencoba. Mencoba untuk lepas dari jerat godaan asap.

Cara kita mengajak pecandu bukan lagi dengan membicarakan betapa banyaknya uang yang dihabiskan untuk rokok, karena siapapun tidak keberatan menghabiskan harta untuk kesenangan. Saya lebih tertarik dengan pendekatan kesehatan. Kita bisa menyentuh pemikiran mereka mengenai dampak buruk terhadap kesehatan seorang perokok terhadap respon orang sekitar.

Katakanlah, seorang pemuda yang hendak menikah, kemudian disuguhkan pernyataan dan pertanyaan, misalnya:
"Sesekali sembari menghisap rokok, coba cermati bungkusnya. Di sana ada tulisan komposisi, setidaknya ada tiga yang paling umum yaitu:
- Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
- Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
- Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak bekerja efektif dalam membawa oksigen.
Kalau pada diri sendiri saja kamu tidak sayang, bagaimana calon itu yakin kamu bisa sayang pada dia?" 

Nah, lho. Hayyo!

Posting Komentar