Selamat Hari Blogger - 27 Oktober

Dasbor Blogger Hari Ini

Tiga tahun silam, saat jenuh menyentuh bubung asa, jengah dengan dunia kerja, akhirnya saya memilih resign. Saya tinggalkan meja yang penuh dengan dokumen-dokumen transaksi jual beli, saya padamkan layar PC di kantor yang penuh dengan angka dan nominal-nominal. Untuk apa bekerja bila kita tidak menemukan kenyamanan batin. Satu setengah tahun saya cukup bertahan sebagai accounting di salah satu perusahaan yang bergerak dibidang distribusi semen di Banda Aceh. 

Setelah tak ada lagi kesibukan di luar, akhirnya saya menyibukkan diri dengan bercocok tanam. Menanam bunga dan sayur-mayur di taman sebelah rumah. Waktu berganti waktu dengan terbit-tenggelamnya matahari, pejam-celiknya mata di malam hari, hingga enam bulan lamanya saya menjadi "pengangguran". 

Ternyata benar, kita selalu melihat kebahagian pada tempat yang kita tak ada di sana. Semula saya beranggapan menjadi pengangguran pasti menyenangkan. Kita tidak perlu berpikir tentang kerja, kerja dan kerja. Peutimang keuangan orang lain membuat pusing kepala. Kini, ternyata perasaan terbalik arah, saja justru merindukan dunia kerja. Alasan utamanya adalah faktor finansial. Enam bulan tanpa penghasilan mengakibatkan kas pribadi kosong. Malu sekali rasanya kalau harus menadah tangan dari orang tua. Selama ini sudah cukup banyak merogoh kocek mereka. Terlebih lagi Bapak telah tiada, saya benar-benar merasa durhaka kalau berani minta jajan dari Mak.

Akhirnya, saya ingin kembali ke dunia kerja. Sayangnya, tidak semua kesempatan itu ada saat kita ingin. Maka dari itu barulah saya sadar betapa pentingnya bersyukur, menikmati apa yang telah Allah beri. Di masa vacum itu, kreativitas mati. Saya tidak berpikir sesuatu yang lebih bermanfaat. Hari-hari hanya di rumah. Hingga suatu hari, saya teringat dengan seorang teman yang sangat energic dan inspiratif. Adik leting di Fakultas Pertanian, Adinda Keumala Fadhila.

Kami berjumpa di Nufana Cafe, Lamnyong. Ketika itu saya diskusi panjang lebar dengan Dela (nama panggilan akrabnya). Adik cantik manis itu begitu banyak memberikan semangat. Hal yang paling berkah dari perjumpaan itu adalah, Dela membuatkan saya sebuah laman pribadi, semula hanya sebagai rumah curhat, pengganti lembar diary. Saya namai laman itu tasbihaini.blogspot.co.id. Inilah rumah yang saya maksud. Rumah virtual saya yang sedang anda kunjungi. 

Singkat cerita, dua bulan bersabar, akhirnya saya mendapatkan kembali pekerjaan. Seorang pengusaha advertising menghubungi saya, meminta kesediaan untuk menjadi staf administrasi di kantornya. Alhamdulillah Allah maha baik. Allah memberi rizki pada waktu yang tepat. Sekarang, setelah hampir dua tahun saya bekerja di sini, saya semakin rajin mengisi blog ini. Menulis sejarah hidup, mengikat ilmu yang saya dapat agar tidak kembali hilang. Menulis curhatan-curhatan yang urung saya bagikan di media sosial lainnya. 

Lalu, apa pentingnya menjadi bloger atau memiliki blog? Tentu saja sangat penting. Saya urung mendetail-kannya agar anda penasaran. Anda akan tahu, kalau sudah memilikinya. Dan kepada semua rekan blogger di dunia ini. Selamat bersuka cita. Ini hanya simbolik. Sejatinya kita berulang tahun setiap hari, sepanjang kita menulis. Semangat, Go Blog!

4 komentar

Terima kasih, Syeh!

Reply

Mantap aini...semangat ngeblog

Reply

Hehehe. Terima kasih banyak, Kakak! :)

Reply

Posting Komentar