Kopi Pahit

Esspresso di Warung Kupi Rumoh Aceh 

Telah berlalu separuh purnama
Engkau selalu datang, tanpa alpa
kugelar tikar dan kita buka bicara
Sekali-dua kutanya, “malam ini, temanya apa?”
Kadang sebalikya.

Kita bermulazamah dalam bahas-membahas
Bagi-membagi, untai-menguntai, lerai-melerai tentang ilmu.
Kamu penikmat diskusi
Aku jua begitu.

Sekali sekala, kuhidangkan kopi, sebab candu.
sebagaimana hausnya aku pada tahu
Sengaja kunihilkan gula, aku terbiasa dengan pahit.
Kalung tasbihku tidak disusun pada buhul manja

Di bawah bubung asa, saat gelap telah sempurna
Kupasangkan lampu, namun engkau tak lagi bertamu
Engkau tidak hanya tak suka kopi
Ternyata, engkau tidak siap dengan hidup perit.
Sangkaku begitu.

Biarlah, kita punya jalan hidup yang berbeda

Setidaknya kita sama-sama suka diskusi.

Posting Komentar