Merindui Alastu

Peureulak, 08 Nopember 2015

Bujuk alam menyita simpati dan harapan.
Aku terlena pada dua cinta.
Cinta-Nya untukku dan cintaku karena Cinta-Nya jua.
Ah, pada hakikatnya dua itu adalah sama.

Dialah Kekasih sebenar.
Yang menciptakan segala yang tak kekal.
Duhai, mohon Engkau tak memalingkan wajah-Mu saat kita berjumpa.
Sebab telah kerontang hati ini merindukan keindahan-Mu sejak lama.

Aku ingin pulang

Mendulang nikmat menatap-Mu seperti di Alastu.

Posting Komentar