Ingin tahu tentang Kisah 1001 Malam?

pict by: www[dot]goodreads[dot]com

Dari dulu saya selalu penasaran dengan legenda dari Timur, Kisah 1001 Malam. Namun baru semalam saya benar-benar ingin mengetahui bagaimana kronologis/gambaran kisah tersebut. Berawal dari seorang sahabat baik yang berujar “Ceritamu tidak menyenangkan. Tak seperti cerita Syahrazad kepada Raja Syahrayar. Mulailah saya cari referensi yang mendukung.

Dari sekian web yang saya buka, saya rasa ini mewakili informasi yang dapat membobol dinding ke-kepo-an saya. Mungkin ada teman-teman yang ingin tahu juga, sila berkunjung ke sini. Menarik sekali ceritanya! Saya bahkan sempat berpikir, “Andai saja saya bisa secerdik dan sebijak Syahrazad.” Ah, seperti biasa. Kalau boleh beralibi, mungkin ini sebab saya senang menulis fiksi, jadi senang menghayal. Ingat hukum kausalitas, kan? (*tolong jangan tertawa)

Selain senang menghayal, saya juga senang dengan syair. Termasuk bait-bait yang dibacakan Syahrazad berikut ini. Syair dengan konten pelajaran hidup. Selamat menikmati!

Masa terbagi dua: ada masa aman, ada masa sengsara
Seperti hidup yang kadang jernih kadang bernoda
Bilang pada orang yang karena masa kami dihina
Mereka yang melawan masa, pasti akan merana

Ketika kau lihat laut dengan bangkai di atasnya
Lupakah kau bahwa dasarnya adalah tempat mutiara
Kalau memang zaman melewati kita hanya percuma
Maka segala busuk padanya kita harus siap terima

Lihatlah langit penuh gemintang tak terkira
Padahal munculnya bulan dan matahari akan membuatnya sirna
Bumi kita penuh pohon, ada yang berbuah ada yang merana
Hanya pohon buahlah yang ditimpuki 'tuk diambil buahnya

Sangkaanmu jadi baik hanya ketika hari tampak riang
Takutmu pada takdir karenanya langsung hilang 

Posting Komentar