Inspirasi: Perbaiki Fokus, Nikmati Bonus.

plus.google.com

Tinggal di kampung yang penuh dengan pepohonan rindang, yang tapal batasnya adalah hamparan sawah luas membentang, Salman merasa menjadi generasi yang sangat dekat dengan alam. Terlebih lagi profesi orang tuanya bertani dan berkebun, membuat Salman tak asing dengan aktivitas pertanian. 

Latar belakang inilah yang memantapkan Salman untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Pertanian Unsyiah, seusai Sekolah Menengah Atas. Ingatnya, bila mengambil studi pada apa yang kita sukai, yang sudah sering kita geluti, maka akan lebih mudah menyelesaikannya. Sepintas pilihan itu memang sangat tidak kompeten. Mengingat semestinya pilihlah sesuatu yang lebih mendongkrak taraf intelektual keluarga. Minimal jadi guru, atau jadi mekanis. Bahkan tak ada salahnya bercita-cita menjadi dokter, itu jauh lebih menarik tentunya. 

Tapi, kembali pada alibi bahwa kuliah jangan terlalu lama, harus cepat selesai, Salman hanya mengejar target selesai saja. Alhamdulillah, tercapai. Setelah kuliah, tentu saja arah perhatiannya tertuju ke lapangan pekerjaan. Dengan mengantongi ijazah strata satu Teknik Pertanian, peluang untuk menjadi seorang karyawan itu hanya 1:100. Salman harus menerima kenyataan pahit bahwa kouta teknisi pertanian tidak terlalu dibutuhkan oleh negeri ini.

Tiga bulan setelah menyadang gelar sarjana, kenangan memakai toga dan selempang berwarna hijau tua itu pun kini samar, memendar dengan pemandangan padi di sawah dan sayur-mayur hijau di kebun. Hidup kembali kepada apa yang telah digeluti sebelumnya. Menjadi pecocok tanam. Hingga suatu hari, saat meninjau pertumbuhan padi di sawah, Salman mendapat pesan paling mengesankan dari Bapaknya; “Mereka fokus pada tujuan, kemudian menikmati bonusnya.” Begitu katanya, sambil menunjuk ke arah dua orang yang sedang mengumpulkan rerumputan.

Anda tentu saja bingung dengan sepenggal kalimat ini, bila tidak mengetahui bagaimana kronologisnya. Jadi, dari pematang, Salman melihat dua orang membersihkan rumput yang menyela padi, supaya pertumbuhan padinya tidak terganggu. Kemudian, gulma yang telah diangkat ke pematang itu dipotong akarnya, dibuang lagi ke sawah, sedangkan sisi batang dan daunnya dikarungkan. Anda tahu ini untuk apa? Ya, untuk pakan ternak mereka. Berlipat-lipat keuntungan. Pertama, padi tumbuh baik karena sudah bersih dari gulma. Ke dua, mereka punya sesuatu untuk diberikan pada lembu, hewan peliharaan petani pada umumnya. Ketiga, akar rumput tadi menyuplai unsur hara.

Salman mengalihkan ini ke kondisi dirinya. Mencoba menemukan korelasi dengan apa yang Salman alami. Benar kata Bapak; fokus pada tujuan, kemudian nikmati bonusnya. Salman harus ingat bahwa tujuan kuliah itu sebenarnya adalah untuk meraup ilmu, mengenyam pendidikan. Bila telah meraih pendidikan, Salman tinggal menikmati bonusnya. Tapi, pada kenyataannya Salman belum menikmati bonus. Dalam artian, belum mendapatkan penghasilan dari sana.

Di sini harus ada kajian ulang, barangkali ada yang kurang dari fokus Salman . Benar saja, kurangnya idra’shila billah (kesadaran akan hubungan dengan Allah). Semestinya, fokus dari segala fokus itu adalah mengharapkan keridhaan Allah. Selebihnya hanya fokus penunjang. 

Sehari setelah kejadian ini, Salman mendapatkan kabar gembira. Ada panggilan kerja dari perusahaan yang bergerak dibidang distributor, di Banda Aceh. Mereka membutuhkan seorang di bagian keuangan. Siapa sangka, tiga bulan menunggu tanpa hasil apa-apa, sehari setelah mengubah fokus telah mewujudkan kondisi yang berbeda. Meskipun bukan di instansi pertanian, setidaknya ini hal yang sangat patut disyukuri. mengingat banyak sekali orang yang tidak menemukan lapangan kerja di luar sana. 

Dalam aktivitas apa-pun, jadikan tujuan utamanya adalah meraih keridhaan Allah. Sebab, Allah yang memegang kendali segala yang menimpa manusia. Allah yang menggenggam hati dan ubun-ubun manusia. Allah yang menakar kadar rizki dan umur kita. Allah yang menuliskan naskah lakonan hidup kita. Bila Allah ridha, jangankan lapangan pekerjaan, sawah dan ladang, bahkan surga yang luasnya melebihi langit dan bumi pun diberikan-Nya.

2 komentar

Salman itu adalah........

Reply

Posting Komentar