Masih Enggan Terbang Dengan Garuda?

Dulu, waktu belum pernah coba lalu lintas udara, entah apa-apa yang terpikirkan. Takut ketinggian lah, belum lagi di sana tidak ada halte pemberhentian kalau tiba - tiba  kita ingin turun, berbeda banget dengan jalur darat. Terus terbayang, kalau pesawatnya jatuh, nanti bagaimana? Biasa lah, anak kecil dari kampung, halusinasinya macam-macam. Padahal, kalau yang ditakutkan adalah jatuh, mati, itu rasanya tidak patut jadi alasan. Banyak orang yang enggan naik pesawat karena takut jatuh. Tapi lihatlah, faktanya jauh lebih banyak orang yang meninggal di atas tempat tidur, di rumahnya. Iya, kan? Perkara ajal mah nggak ketebak waktu, nggak ada yang tahu tempat. 

Ternyata, setelah sekali dicoba, baru terasa bahwa naik pesawat jauh lebih efektif dan efisien. Sekarang malah ketagihan. Jarak tempuh yang relatif jauh, lebih mudah kita jangkau dengan lalu lintas udara. Kalau jalur darat menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan harian, dengan pesawat hanya butuh hitungan menit saja. Pun kita tidak sampai pegal badan duduk di dalam kendaraan. Apalagi kalau maskapainya nyaman sekayak Garuda Indonesia, beuh! Jangan kan ke Jakarta, ke ujung dunia pun kita dijabanin.


Boeing 737-500 lepas landas, seksi sekali, kan? ckckck

Beruntung sekali menjadi penumpang Garuda, banyak plus-plus-nya. Mereka nggak jualan di dalam pesawat. Penerbangan domestiknya terdiri dari dua kategori, ada kelas ekonomi dan kelas Eksekutif. Penumpang kelas ekonomi, untuk penerbangan selama diatas satu jam, akan disuguhi hot meal, sedangkan untuk penerbangan dibawah satu jam akan disuguhi snack (*gratis lho, nggak payah bayar). Pelayanan kursinya juga lumayan luas, 31 inchi, lempang, nggak himpit-himpitan. Bagasi chek in 20 Kg, bagasi kabin 10 kg. Ditambah lagi adanya onboard Audio Video on Demand (AVOD) Inflight Entertainment (IFE) dengan katalog film dan musik yang beragam dan terbarukan. Nyaman beud!

Makanan panas (hot meal) kelas ekonomi jarak dekat-menengah

Itu yang kusebut di atas baru kelas ekonomi, nah coba kalau yang kelas eksekutif. Mm.. Pasti jauh lebih keren lah. Penumpang kelas eksekutif mendapatkan pelayanan ekstra dan premium. Kursi nyamannya lebih luas - seat pitch 38 inchi dan footrest, welcome drink, hot meal dan drink service, bagasi chek in 30 kg, bagasi kabin 10 kg, serta AVOD IFE dengan noise-cancelling headphones. Ditambah lagi, untuk rute internasional jauh, Garuda Indonesia memberikan kenyamanan khusus dengan lie-flat bed bagi penumpang kelas Eksekutif. Ada lawan? Bisa aku pastikan, area dari Sabang sampai Meurauke kayaknya belum ada yang mengimbangi Garuda dalam menjuarai fasilitas terbaik alat transportasi udara. Setuju kalian?

Makanan panas (hot meal) kelas eksekutif jarak jauh

Eh, pramugarinya juga ramah dan cantik lho, rambut disanggul rapi, nggak *meureuh-reuh lah saat kita lihat. Oia, Satu lagi, pesawat ini jarang banget delay, kecuali atas alasan kondisi udara yang sangat buruk. Bagaimana, ada kepingin jalan-jalan kalian setelah baca postingan ini? Ayuk, buruan!

6 komentar

Tetap ya, GA pilihan terbaik sejauh ini :)

Reply

Asli, Bang. Nomor satu dah pokoknya. :)

Reply

wah terakhir naik pesawat umur 2 tahun jadi ingat gimana rasanya,jadi penasaran naik GA

Reply

Hayuk, Kakak. Nanti kapan-kapan kita naik GA sama-sama. ;)

Reply

seumur-umur kami belum pernah ngerasain terbang sama garuda huhuhuhu

Reply

Kedepan harus dicoba, Bang Yudi. Asyik kali ee.. :D

Reply

Posting Komentar