Penggalan Qasidah Burdah. Rindu adalah Azab Terindah

pict by: ekariyani17[.]blogspot[.]com

فما لعينيك ان قلت اكففا همتا
وما لقلبك ان قلت استفق يهم
ايحسب الصب ان الحب منكتم
ما بين منسجم منه ومضطرم


"Maka mengapa kedua matamu tetap mencucurkan airmata, 
walaupun telah engkau katakan "Tahanlah! jangan menangis!"
Dan mengapa hatimu tetap resah dan gelisah, 
padahal telah engkau katakan; "Tenanglah! Jangan gelisah!"
Adakah orang yang dimabuk cinta menyangka, bahwa cinta dapat disembunyikan,
di antara cucuran air mata dan resahnya jiwa"


Saat Khadijah berpulang ke rahmatullah, Rasulullah benar-benar berduka. Wajahnya yang sejuk tertutup mendung lara. Setelah Rasulullah wafat, giliran Sayyidah Fathimah Az Zahra yang menjadi wanita paling tersiksa jiwanya. Beban rindu yang sangat berat ia tanggung tanpa tahu kapan menyudahinya. Saban hari ia berkunjung ke makam Rasulullah, merawat rindu sembari menunggu waktu menyusulnya, berjumpa di keabadiaan. 

Lanjut setelah itu Bilal, tentunya kita tahu bahwa Bilal pernah jatuh pingsan, saat mengumandangkan azan, sebab menyebut nama Muhammad shallu 'alaihi wa 'ala alihi wasahbihi wasallam. Dia mengucurkan air mata hingga terisak-isak. Batinnya berguncang. Begitulah rindu mendera perasaan.

Selain dua orang mulia di atas, masih banyak lagi penderita rindu yang tidak dapat menyembunyikan kerinduannya. Sebagaimana yang disampaikan dalam potongan Qasidah Burdah yang dipopulerkan oleh Imam Bushiri, di awal mula postingan ini, bahwa air mata menjadi bukti atas hati yang menderita, sesungguhnya rindu itu menyiksa. 

Aku mendefinisikan rindu seperti riak air laut, tak ada kesudahannya. Terus menerus berarak menuju tepi. Tepian itu adalah yang dirindukan. Disebutkan dalam sebuah kaidah; "Dawa-un qalbun, liqaul mahbub (obat bagi hati adalah menjumpai yang dikasihi)," maka pertemuan adalah penawar bagi rindu. Namun, sayangnya, temu pertama akan membiakkan sejuta rindu berikutnya. Di titik itu, kesadaranmu teraniaya. Rasa sakit yang kau tahan akan meluapkan air mata dan kegelisahan. Tentunya tu sakit sekali, puan! 

Namun, sesakit-sakitnya rindu, dia adalah azab terindah bagi para pecinta.

Note: Bagi para pembaca, jangan tinggalkan komentar yang aneh-aneh, yak! Ini postingan seru-seruan saja. Sesekali, biar kayak orang-orang. ;)






7 komentar

Luar biasa. Kajeut keu sufi wanita

Reply

Ah, pane na reuh, Syeh. Loen 'awam bahkan jahil that malah. Jioh dari kapasitas sidro sufi. :(

Reply

Nyaaan akak Lon ka merindu :p

Reply

Nyaaan akak Lon ka merindu :p

Reply

Subhanalla !!
hanya itu yang mampu saya ucapkan ketika membaca Ini .... :)

Reply

Engkau penyebab rindu rahasia ini ada, Dekchan.. :* :D

Reply

Terima kasih, Dek Masykur. Hehehe

Reply

Posting Komentar