Bolehkah Makan dan Minum di Siang Hari bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadan?

Pict by: jurnalotaku[dot]com


Terima kasih untuk para pengunjung yang telah membaca postingan saya sebelumnya, di sini. Alhamdulillah, responnya cukup baik. Terima kasih pula kepada dewan guru yang telah menyumbangkan pikiran berupa saran untuk saya, guna melengkapi catatan sederhana tersebut. Kali ini, saya ingin memenuhi permintaan seorang pembaca di sana, yakni Adik saya Isni yang minta dituliskan mengenai Ramadan bagi perempuan yang haid. 

Saya rasa semua kita ingin melewati Ramadan secara total, tanpa diselangi dengan masa haid yang mengharuskan kita untuk tidak berpuasa, tidak shalat, tidak tadarus. Namun sudah fitrahnya, masa jeda itu harus kita hadapi dengan kewajiban mengganti kembali puasa di bulan lainnya setelah Ramadan. Lalu, apakah dibenarkan bagi kita untuk makan dan minum disiang hari sepanjang haid di bulan Ramadan? 

Saya akan mencoba menulis apa yang saya pahami, jika ada dari kawan-kawan yang berbeda pandangan maupun pemahaman mengenai hal tersebut, kita anggap media ini adalah sarana untuk berdiskusi, belajar dan bertukar pikiran. Baiklah, yang saya pahami adalah dibenarkan bagi perempuan haid untuk makan dan minum. Kenapa dibenarkan mereka makan dan minum? Sebab ketentuan bagi mereka adalah haram berpuasa. Jika haram berpuasa maka tentunya terbenar untuk makan dan minum seperti biasa. Namun, dengan catatan, tidak di depan orang yang sedang berpuasa. 

Kita harus menghormati orang-orang yang berpuasa. Dahulu, di zaman rasulullah, ada seorang yahudi yang menghardik anaknya sebab makan di depan seorang anak muslim yang berpuasa. Jika yahudi saja menghormati orang muslim yang berpuasa, Bagaimana kita tidak? Tentunya kita tidak menginginkan dianggap lebih buruk dari yahudi. Dalam hal ini, terkait isu yang sedang booming sekarang, saya heran dengan sikap beberapa orang yang simpatik kepada seorang pedagang – warung nasi yang berjualan di siang bulan Ramadan. Ia menuai banyak donasi sebab dianggap didera kerugian karena barang dagangannya diobrak oleh satuan polisi PP. padahal kita tahu, kelakuannya sangat bertolak belakang dengan sikap yahudi yang saya sebutkan tadi di atas. Sudahlah, tidak usah kita perpanjang pembahasan itu. 

Kita lanjutkan. Sebagian pendapat menyatakan bahwa kepada perempuan yang haid tetap harus menahan diri (tidak makan dan minum) di bulan Ramadan. Saya pribadi tidak beramal dengan pendapat demikian. Sebagaimana yang saya sampaikan di atas, bahwa saat diharamkan berpuasa tentu saja dibenarkan untuk tidak menahan diri. 

Lalu, siapa juga yang diwajibkan imsak di siang hari saat mereka tidak berpuasa? Pertama; seorang yang pitam, kemudian sadar dari pitamnya di siang hari. Seorang yang gila, sembuh ia dari gilanya di siang hari, maka diwajibkan atasnya menahan diri. Seorang murtad kemudian memeluk islam kembali di siang hari, maka wajib atasnya menahan diri. Alasan dari semua ini adalah bahwa mereka tidak bermalam dengan niat sedangkan bagi mereka dikenakan taklif (kewajiban) berpuasa pada hari itu. Seseorang yang dikenakan kewajiban berpuasa sedangkan ia tidak berniat puasa sebelum terbit fajar, maka wajib imsak baginya. Meskipun telah menahan diri, bagi mereka juga dikenakan kewajiban mengganti puasanya di hari lain, setelah Ramadan. 

Kondisi di atas sangat berbeda halnya dengan perempuan haid yang sama sekali tidak dikenakan kewajiban, melainkan justru di haramkan. Namun kembali lagi, bahwa ketika dikatakan boleh, tentu saja ada aturan, adab dan norma yang harus diindahkan. Demikian yang saya pahami mengenai ketentuan boleh tidaknya makan dan minum di siang hari bagi perempuan haid di bulan Ramadan. Bagi teman-teman yang ingin berdiskusi, mari menuju kolom komentar. Demikian pula untuk dewan guru yang sudi singgah, mohon sanggah bila ada yang yang rancu dari catatan ini, agar saya koreksi. Jazakumullah.


7 komentar

Makasiiih udah menuliskannya 😘

Reply

Makasiiih udah menuliskannya 😘

Reply

Yuhu.. Masama :)

Reply

setuju.. dan peremuan (yang sedang haid) hindari makan dan minum di depan orang yg berpuasa. walaupun mereka gak akan marah juga sebenarnya :D

Reply

Hindari juga makanan berlemak tinggi, karena bisa mengundang kolesterol
Jangan makan yng terlalu masis, berakibat diabet. Satu lagi yang paling penting; jangan makan hati. Kurus nanti! :D

Reply

Dan yang terpenting bila berbuka di cafe, jangan lupa bayar hehehe.

Tulisan yg menarik dan informatif

Reply

adem kalo baca tulisan ukhti aini

Reply

Posting Komentar