Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar

by; apod-id.com

Sebagaimana tersurat dalam firman Allah, bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dinamakan Lailatu Qadar karena terlebih besar qadarnya, besar balasan atas kebaikan yang dilakukan di dalamnya dan besar pula kemuliaannya. Pada malam Lailatul Qadar itu ditaqdirkan segala perkara oleh Allah ta’ala, yakni madhahir dari segala maqadir yang ada pada azali, yang hendak diturunkan bagi segala hambanya dalam rentang tahun tersebut.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa, orang-orang yang melaksanakan ibadah di Malam Lailatur Qadar dengan penuh keyakinan bahwa akan berlipat gandanya pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. 

Indikasi sebaik-baik (kesempurnaan) menghidupkan malam Lailatul Qadar yakni fokus beribadah sepanjang malam; melaksanakan shalat, giat membaca Alquran, dan memperbanyak doa yang lengkap untuk dipanjatkan, yaitu; Allahumma innaka ‘afuwwun kariimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni

Jika tidak segiat itu, minimal, dikatakan telah mendirikan malam Lailatul Qadar apabila seseorang shalat magrib dan isya’ berjamaah, serta berazam untuk shalat subuh berjamaah pula. 

Keutamaan Malam Lailatur Qadar tidak hanya diperuntukkan bagi yang melihat fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya, melainkan untuk semua orang yang menghidupkan malam tersebut. Meski pun ia tidak menemukan kejanggalan apa-apa, selama ia beribadah sepanjang malam, maka baginya ganjaran ibadah itu terlebih baik dari pada amalan seribu bulan lainnya. Bagi yang diberikan kesempatan melihat malam Lailatul Qadar, maka sunnat merahasiakan hal itu pada manusia lainnya.

Kita tidak mengetahui, dari 29 atau 30 hari sepanjang bulan Ramadan, entah pada malam ke berapa keutamaan Lailatul Qadar itu terjadi. Sebahagian ulama hanya memberikan gambaran, tentang indikasi Lailatul Qadar itu sendiri. Dinyatakan bahwa, pada malam Lailatul Qadar itu kita merasakan udara malam yang hening, tidak sejuk dan tak pula panas. Pada pagi harinya, matahari bersinar tidak seterik biasanya, tiada banyak cahayanya, disebabkan para malaikat naik-turun ketika itu. Demikian serangkaian mengenai malam Lailatul Qadar yang saya pelajari dari kitab Jauhar Mauhub Wamunbahatil Qulub (Dapat dibaca di tepian kitab Siyarus Salikin, karangan 'Arif billah Syaikh 'Abdis Shamad Alfalimbani hal 15 jilid 1-2, Juzk 2)

Adapun Badan Pertubuhan Penyelidikan Ahlussunnah Wal Jamaah Johor Bahru - Johor, merangkumkan berbagai pandangan mengenai malam Lalilatul Qadar menurut Sebahagian Ulama Ahli Sunnah Wal Jamaah, diantaranya yaitu sebagai berikut.

1. Menurut Syaikhul Islam Zakaria Al-Ansari, ciri-ciri Malam Lailatul Qadar adalah tidak panas maupun dingin, dan pada keesokan harinya mentari terbit tidak terlalu menyilaukan. Hal ini berdasarkan Riwayat Imam Muslim.Mengenai hikmahnya ada 2 pendapat: pertama, itulah tanda-tanda yang Allah jadikan menandai Lailatul Qadar; dan yang kedua, hal itu disebabkan banyaknya malaikat yang bergantian turun ke bumi dan kembali naik ke langit, hingga sinar mentari dan pancarannya terhalang dengan sayap-sayap dan tubuh-tubuhnya yang lembut.

في اسنى المطالب:

(وعلامتها عدم الحر والبرد) فيها (و) أن (تطلع الشمس صبيحتها) بيضاء (بلا كثير شعاع) لخبر في مسلم ورد بهذه الصفة وفي حكمته قولان أحدهما أنها علامة جعلها الله لها ثانيهما أن ذلك لكثرة اختلاف الملائكة في ليلتها ونزولها إلى الأرض وصعودها بما تنزل به فسترت بأجنحتها وأجسامها اللطيفة ضوء الشمس وشعاعها قال في المجموع فإن قيل أي فائدة لمعرفة صفتها بعد فواتها فإنها تنقضي بطلوع الفجر فالجواب من وجهين أحدهما أنه يستحب أن يكون اجتهاده في يومها الذي بعدها كاجتهاده فيها، ثانيهما المشهور في المذهب أنها لا تنتقل فإذا عرفت ليلتها في سنة انتفع بذلك في الاجتهاد فيها في السنة الثانية وما بعدها ويسن لمن رآها كتمها قال النووي في شرح مسلم لا ينال فضلها إلا من أطلعه الله عليها فلو قامها إنسان ولم يشعر بها لم ينل فضلها وقد ينازعه فيه قول المتولي يستحب أن يقصد إلى التعبد في هذه الليالي كلها حتى يحوز الفضيلة.


2. Imam Ramli juga turut menyatakan perkara yang sama dengan Syaikhul Islam Zakaria Al-Ansari. Malam Lailatul Qadar adalah tidak panas maupun dingin, dan pada keesokan harinya mentari terbit tidak terlalu menyilaukan.

وعلامتها عدم الحر والبرد فيها، وأن تطلع الشمس صبيحتها بيضاء بلا كثير شعاع، وحكمة ذلك أنه علامة لها، أو أن ذلك لكثرة اختلاف الملائكة ونزولها وصعودها فيها فسترت بأجنحتها وأجسامها اللطيفة ضوء الشمس وشعاعها

3. Menurut Imam Ramli (lagi), Malam 21 dan 23 Ramadan merupakan malam yg dijangkakan lailatul Qadar menurut Imam Syafie. Malam 21 berdasarkan hadits riwayat Bukhari-Muslim, manakala malam 23 berdasarkan hadits riwayat muslim.

(وميل الشافعي) - رضي الله عنه - (إلى أنها ليلة الحادي والعشرين) (أوالثالث والعشرين) منه يدل على الأول خبر الصحيحين وعلى الثاني خبر مسلم وهذا نص المختصر، والأكثرون على أن ميله إلى أنها ليلة الحادي والعشرين لا غير، والأصح أنها تلزم ليلة بعينها وأرجاها بعد ما مر بقية أو تارة وفيها للعلماء نحو ثلاثين قولا

Ulama berkata: Tanda-tanda lailatul qadar dapat diketahui orang yang dikehendaki Allah dari hamba-hambaNya di bulan Ramadhan pada tiap tahun.

Demikianlah ulasan singkat mengenai ciri-ciri malam Lailatul Qadar. Dalam momentum sepuluh terakhir Ramadan tahun ini, semoga Allah menganugerahi kita kesempatan untuk menyaksikan, dan bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Malam yang segala kebajikannya dilipatgandakan hingga lebih baik dengan ibadah yang dikerjakan seribu bulan lainnya.

6 komentar

Jadi bukan pas malam itu pohon2 tiba2 sujud ya kak?

Reply

Semestinya sujud, Bang. Tapi tidak semua orang mendapat anugerah terbuka hijab batinnya untuk melihat pohon sujud. Begitu :)

Reply

ramadan tinggal beberapa hari lagi.. target ibadah harus dikejar ini :D , thanks infonya aini :)

Reply

Malam Lailatul Qadr memang momen luar biasa yang sangat dinanti oleh orang beriman manapun. Semoga kita semua diberi kesempatan untuk bisa mencicipi manisnya malam lailatur Qadr ya. Tulisan ini jadi membuat semangat kembali untuk mencari malam Lailatul Qadr. Terima kasih kak!

Reply

Terima kasih juga kunjungannya, Aslan..

Reply

Hayyuk, Mira! :) Semangat..

Reply

Posting Komentar