UA-153487531-1 Teks Pidato Da'i Cilik: Isra' Mi'raj - Aini Aziz

Teks Pidato Da'i Cilik: Isra' Mi'raj

source : IG @retnohening


Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatu.

Alhamdulillah.. Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Asyhadu-allaa-ilaa-ha-illallah,  wa' asyhaduan-na-muhammadan-rasulullah, La nabiya ba'dah.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Allah telah memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini. Banyak di antara saudara-saudara kita lainnya, barangkali mereka ingin hadir, sayangnya ada kesibukan yang mengganjar, sehingga mereka tidak bisa bergabung dengan majlis penuh berkah ini. Ini adalah nikmat besar yang patut kita syukuri.

Selain itu, ada nikmat yang jauh lebih besar lagi, yakni nikmat Iman dan Islam. Keimanan kita kepada Allah adalah kunci. Coba bayangkan, kalau saja Allah tidak membuka hidayah bagi kita untuk beriman kepada-Nya, barangkali kita telah menjadi bagian dari orang jahiliyah di luar sana, yang menyembah patung, batu-batu besar, matahari bahkan ada yang mengingkari adanya tuhan sama sekali. Na'uzubillah, tsumma na'uzubillah.


Shalawat dan salam juga tak lupa kita kirimkan kepada junjungan alam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Hendaknya kita selalu bersalawat kepada baginda. Bagaimana tidak? Rasulullah mencintai umatnya jauh lebih besar dari kecintaanya terhadap diri sendiri. Bahkan hingga dipenghujung hidupnya Rasulullah menangis mengingat keadaan umat, sepeninggalnya kelak. Lalu, apakah kita pernah menangis mengingat Rasulullah? Setelah begitu banyak perjuangan yang baginda lakukan untuk menyelamatkan kita dari kesesatan.

Kata-kata penghormatan saya kepada... (bisa disebutkan satu per satu tamu yang hadir, atau secara umum).

Adapun tema pidato saya pada hari ini adalah Refleksi Isra' Mi'raj - Dua Puluh Tujuh Rajab. 

Saudaraku yang dirahmati Allah. Rajab adalah bulan mulia. Dua bulan sebelum Ramadhan tiba. Kita dianjurkan untuk membacakan doa memohon keberkahan di bulan ini, "Allahumma baariklana fi Rajab, wa Sya'ban wa ballighna Ramadhan." (Ya Allah berikanlah keberkahan kepada kami dibulan Rajab, Sya'ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan).

Ada begitu banyak peristiwa penting di bulan Rajab, di antaranya satu peristiwa besar di luar nalar manusia, yakni Isra' Mi'raj. Peristiwa perjalanan panjang Rasulullah berjumpa dengan Allah untuk menerima perintah shalat.




Isra' yakni perjalanan dimalam hari. Dalam sebuah riwayat disebutkan, kala itu Rasulullah berada di Masjidil Haram, kemudian Malaikat Jibril mendatanginya.  Lalu malaikat jibril membelah dadanya, mengambil hatinya dan disucikan dengan air zamzam kemudian dimasukkan kembali ke dalam dadanya. Sehingga tidak ada lagi keburukan pada hati Rasulullah melainkan iman dan hikmah.

Rasulullah diberangkatkan ke Baitul Maqdis, Masjid Al Aqsa -  Palestina. Jarak Arab dengan Palestina tentu tidak dekat, namun perjalanan tersebut sangat singkat, hanya sekedip mata. Demikianlah kekuasaan Allah.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah.
Di Masjid Al Aqsa Rasulullah shalat, mengimami arwah para nabi. Setelah usai, Rasulullah diberangkatkan lagi ke langit dengan mengendarai Buraq.

Sahabat muslimin ada yang pernah melihat Buraq?

Apa, ada? Mana mungkin. Buraq satu-satunya kendaraan yang khusus disediakan oleh Allah untuk Rasulullah Mi'raj hingga Sidratul Muntaha. Jadi, kalau ada yang bilang pernah lihat Buraq hari ini, mustahil. Pasti hoax.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah.
Perjalanan Rasulullah ke langit pun dimulai. Setibanya di lapis langit pertama, Rasulullah berjumpa dengan Nabi Adam 'alaihi salam. Lanjut lagi di lapis langit kedua, Rasulullah berjumpa dengan 
Nabi Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria. Selanjutnya, di lapisan langit ke tiga, Rasulullah berjumpa dengan siapa, saudara-saudara? 


Ada yang tahu? 

Iya, benar, Rasulullah berjumpa dengan Nabi Yusuf 'alaihi salam yang terkenal kegantengannya.


Di lapis langit ke empat, Rasulullah berjumpa dengan Nabi Idris 'alaihi salam. Sahabat muslimin tahu, 'kan, bahwa Nabi Idris masih hidup hingga sekarang.

Selanjutnya,  di lapis langit ke lima Rasulullah berjumpa dengan Nabi Harun' 'alaihi salam. Di lapis langit ke enam, Rasulullah berjumpa dengan Nabi Musa
'alaihi salam. Dan hingga sampailah di lapis langit ke tujuh, Rasulullah berjumpa dengan nabi Ibrahim' alaihi salam yang tengah bersandar di Baital Makmur.

Singkat cerita, diperjumpaannya dengan Allah, Rasulullah menerima sebuah perintah yang menjadi tonggak dasar agama, yakni shalat. Mulanya Allah memerintahkan kepada Umat Muhammad untuk shalat sehari semalam lima puluh kali.

Diperjalanan kembalinya, Rasulullah berjumpa dengan Nabi Musa 'alaihi salam. Atas anjuran Nabi Musa, Rasulullah kembali kepada Allah untuk meminta keringanan. Nabi Musa menyatakan bahwa ia khawatir Umat Muhammad tidak akan sanggup sebagaimana telah dahulu kaum Musa.

Hingga pada akhirnya Allah memberikan keringanan Rasulullah dengan perintah shalat lima waktu sehari semalam dan Rasulullah malu untuk kembali meminta keringanan lagi.

Demikianlah, saudaraku yang dirahmati Allah.

Jika hari ini masih ada yang enggan untuk shalat lima waktu sehari semalam, betapa terhinanya ia. Sementara Rasulullah sudah berjuang keras meminta keringanan, yang sudah ringan ini pun urung dikerjakan.
Saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah.

Peristiwa Isra'-Mi'raj ini juga merupakan perjalanan untuk menghibur hati Rasulullah. Dimana pada saat itu Rasulullah tengah melewati masa-masa penuh duka. Dimulai dengan meninggalnya istri tercinta, Sayyidatina Khadijah radhiallahu'anha. Disusul lagi dengan meninggalnya paman Rasulullah yang begitu gigih memperjuangkan dakwah Rasulullah yaitu Abu Thalib.

Hari-hari penuh dengan duka karena kaum kafir Quraish sudah berani dengan keras menentang perjuangan Rasulullah. Tentunya ini bukanlah hal yang mudah. Kalau saja kita berada pada waktu itu, entah bagaimana jadinya kita. Konsisten pada ajaran agama ini atau kembali menjadi bagian dari kaum jahiliah karena takut kecaman mereka, wallahu a'lam.

Kaum muslimin rahimakumullah.

Hendaknya kita mengambil hikmah dari memperingati peristiwa Isra' Mi'raj ini agar lebih meningkatkan keimanan kepada Allah. Segala sesuatu yang tidak bisa dibayangkan oleh akal bukan berarti tak mungkin terjadi, sebab Allah Maha Kuasa. Allah bisa menjadikan apa pun dengan kehendak-Nya.

Hendaklah kita tidak melalaikan shalat dan tidak merasa berat untuk melaksanakannya. Semoga Allah kelak juga akan menghibur kita dengan surga-Nya. Aamiin ya Rabbal'alamin..

Demikianlah pidato singkat saya pada hari ini. Segala sesuatu yang benar datangnya dari Allah dan yang salah itu atas kesilapan saya sendiri. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya.

Wabillbi taufiq walhidayah

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatu.

0 Response to "Teks Pidato Da'i Cilik: Isra' Mi'raj"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel