UA-153487531-1 Hak dan Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya - Aini Aziz

Hak dan Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya

Pict by dreamstime

Sebagaimana kita ketahui, manusia adalah makhluk sosial. Satu dan lainnya saling berikatan. Ketergantungan tak dapat dihindari, baik terkait hal-hal yang menyangkut kepentingan hidup, interaksi sehari-hari, maupun hal-hal yang berkaitan dengan upacara kematian. Semua saling membutuhkan. Agama pun mengatur hubungan sosial ini. Ada hak-hak serta kewajiban satu sama lainnya. Pada bab Fadhailul 'Ibadah, bagian terakhir kitab Bulughul Maram, karangan Al Hafiz Syeh Ibnu Hajar, disebutkan mengenai 6 hak dan kewajiban seorang Muslim terhadap Muslim lain.

Adapun 6 hak dan kewajiban muslim terhadap muslim lainnya, sebagaimana disampaikan dalam sabda Rasulullah, yakni: "Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: (1) Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkan salam, dan (2) jika dia mengundangmu maka datangilah, (3) jika dia minta nasihat kepadamu berilah nasihat, (4) jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah maka balaslah (dengan doa: Yarhamukallah), (5) jika dia sakit maka kunjungilah, dan (6) jika dia meninggal maka antarkanlah (jenazahnya ke kuburan).” (HR. Muslim).

Pertama, mengucapkan salam.
Bila kita berjumpa dengan seseorang, kita mengetahui bahwa dia adalah muslim, maka ucapkanlah salam. Sebab salam itu merupakan doa bagi keselamatan dan kesejahteraan seseorang. Sesama Muslim bersaudara, bahkan dengan persaudaraan yang sangat akrab, "kal-jasadil-wahid (bagaikan satu tubuh)" sabda Rasulullah, maka sudah sepatutnya kita saling memberikan doa keselamatan.

Pict by detik news
Bagaimana jika terhadap Non Muslim, apakah dibenarkan kita memberi salam kepada mereka?

Tentu saja tidak. Kita tidak dibenarkan memberi salam kepada Non Muslim, melainkan mendoakannya agar memeroleh hidayah untuk beriman kepada Allah. Demikian pula halnya, jika mereka memberi salam, tak perlu dibalas salam, setidaknya ucapkan saja "wa'alaikum," atau sekadar senyum. Jangan pula bermasam muka, itu tidak dibenarkan dalam Islam.

Kata "assalamu 'alaikum (semoga keselamatan atas kalian) dijawab dengan "wa'alaikum salam, (dan atas kalian keselamatan)" maknanya sama. Hanya saja, dalam kajian linguistik Arab, dijelaskan bahwa terdapat pengaruh lebih besar dengan meletakkan kata 'alaikum di awal, baru disusul "salam." Sejalan dengan ketentuan Syara bahwa memberi salam hukumnya sunat sedangkan menjawab salam hukumnya wajib.

Kedua, hadirilah jika diundang.
Khusus undangan walimatul 'ursy, yakni pesta pernikahan, kita wajib menghadirinya. Kecuali ada alasan Syar’i. Di Aceh banyak sekali undangan kenduri. Apalagi dalam bulan maulid, sehari kadang sampai lima undangan makan-makan. Apabila sanggup, dipenuhi semua, itu lebih baik. Jika tidak bisa datang, kabari ke tuan rumah. Perlu diketahui juga bahwa menghadiri jamuan makan yang tidak diundang hukumnya haram.

Ketiga, jika diminta nasehat, nasehatilah!
Islam dikenal sebagai agama nasehat. "Ad-dinu nasihah" (agama ialah nasehat). Jika dimintai nasehat maka berikanlah. Jika diminta untuk mengisi acara, menjadi narasumber pada sebuah kajian, memberikan tausiah, bahkan dalam urusan dunia pun demikian.

Keempat, jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah, balaslah!

Pict by Jhanetes
Ketika bersin, kemudian seorang Muslim mengucap; "Alhamdulillah," jawablah dengan; "Yarhamukallah". Lalu dia membalas lagi, "Yahdikumullah," jawablah; "Wayuslihu baalakum". Namun jika seseorang yang bersin tidak mengucapkan hamdallah, tidak perlu dijawab demikian.

Kelima, jika dia sakit maka kunjungilah

Ketika ada yang sakit, berkunjunglah untuk mendoakan kesembuhannya. Jika mampu, membawa buah-buahan dan sedekah juga dianjurkan, guna meringankan beban Si Penderita. Jangan sekali-kali berkunjung ke tempat orang sakit dengan membawa masalah yang dapat memperburuk keadaannya.
Keenam, jika dia meninggal, antarkanlah jenazahnya ke kubur.

Pict by bincang syariah
Allah memuliakan jenazah, menganjurkan saudara yang ditinggalkan untuk mengangkatnya dengan bahu mereka, hingga sampai ke kubur. Sangat besar pahala atas kebajikan ini. Mengantar jenazah dapat memalingkan hati kita dari mencintai dunia. Kita akan lebih berpikir untuk akhirat, sebab menyadari bahwa perbendaharaan dunia ini semuanya kita tinggalkan, sedangkan kita hanya dikubur berbungkuskan kain kafan.


0 Response to "Hak dan Kewajiban Muslim terhadap Muslim lainnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel