UA-153487531-1 5 Tips Menangani Diare pada Anak - Aini Aziz

5 Tips Menangani Diare pada Anak


Bagiku, dan kurasa bagi semua orang Ibu, kesehatan anak adalah hal yang paling utama. Anak-anak dijaga sedemikian rupa, dari segi makanannya, sanitasi, hingga pola bermain mereka serba terlindungi, supaya terhindar dari kuman dan penyakit. Nah, semaksimal apapun proteksi dari orang tua, ada saja yang luput dari pengawasan kita. Ada waktu dimana sakit tidak dapat dihindari. Aku sendiri punya beberapa pengalaman mengenai masa-masa ketika si kecil sakit. Anakku, Fatih (2,5 thn) Alhamdulillah bisa dikatakan termasuk anak yang hiperaktif. Bisa dibayangkan bagaimana kelincahannya sehari-hari. Tidak pernah mau duduk diam kecuali saat dia tidur, atau ketika dia sakit.

Sekali waktu Fatihku diserang diare. Aku menjadi sangat panik waktu itu. Sebagai ibu muda yang kini juga menjadi pekerja aku berkali-kali menyalahkan diri sendiri. Aku merasa tidak maksimak mengurus anak. Tidak diketahui sumber masalahnya, karena menurut orang rumah (seharian memang Fatih di rumah saja) ia tidak mengonsumsi makanan yang tak sehat. Anggaplah ini waktunya diuji dengan sakit. Aku tidak ingin memikirkan itu lagi, yang penting saat ini adalah sakit itu harus ditangani.

Nah, buat teman-teman di sini, aku ingin berbagi pengalamanku dalam menghadapi diare pada anak.

Berikut 5 tips menangani diare pada anak.

1. Asupi dengan cairan yang banyak

sumber. Intisari.id

Hal pertama yang aku lakukan adalah tetap mengupayakan Fatih untuk minum air. Aku tahu, ketika seseorang sakit ia akan kehilangan nafsu makan. Namun diare justru menyebabkan seseorang kehilangan banyak cairan dari dalam tubuhnya. Jika dehidrasi terus terjadi sementara asupannya nihil, maka kita harus menghadi hal yang lebih buruk yakni diopname dan dipasangkan infus. Hal ini tentu saja sangat ditakuti oleh semua orang.

Aku menambahkan sedikit gula dan garam dalam minuman yang kuberikan untuknya. Ini sama fungsinya dengan oralit. Larutan elektrolit sangat dibutuhkan oleh penderita diare. Tentunya dengan air yang telah dimasak terlebih dahulu. Hal ini sangat membantu. Alhamdulillah Fatih tak pernah menolak. Jadi, meskipun diarenya belum sembuh, ia tetap memiliki cadangan cairan dalam tubuh.

2. Jangan memberikan susu formula

Susu formula menjadi pilihan ibu-ibu ketika anaknya ditinggal pergi karena bekerja di luar rumah seharian, atau karena ketersediaan ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi. Nah, ketika anak-anak diserang diare, hal ini harus sangat dihindari. Pada sebagian anak, memberikan susu formula menyebabkan diare semakin menjadi. Ini terjadi pada anak-anak yang mengidap intoleransi laktosa.

sumber: Halodoc

Intoleransi laktosa merupakan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna gula laktosa yang terdapat pada susu dan produk susu lainnya seperti keju, yogurt, dan mentega. Mengonsumsi susu formula akan menyebabkan frekuensi buang air besarnya semakin sering dan banyak. Ini tentu saja buruk karena dapat memperparah dehidrasi.

3. Perhatikan makanan yang harus dihindari saat diare
Umumnya diere disebabkan oleh infeksi virus dan kuman. Dalam fase ini, apa pun yang dikonsumsi oleh anak, pastikan bahwa itu bersih dari kuman yang justru akan memperparah diarenya. Beberapa makanan yang dianjurkan seperti pisang, telur rebus, bubur apel, sereal, dan produk yang kaya karbohidrat lainnya seperti biskuit, roti, dan nasi putih.

Sementara itu, ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari yakni seperti jus dalam kemasan yang mengandung banyak gula, sayuran dan buah-buahan yang menimbulkan gas, makanan cepat saji seperti sosis dan nugget, serta makanan yang mengandung minyak seperti gorengan.

4. Konsultasikan ke dokter
Diare memang dapat disembuhkan dari rumah, asalkan dengan penanganan yang tepat. Namun, dalam kondisi tertentu, kita perlu pendapat dan saran dari para ahlinya, yaitu dokter. Aku mau mengenalkan ini ke Sahabat Pembaca.  Ada aplikasi Halodoc di App Playstore kita. Udah pada install, belum? Ini sangat bermanfaat dan memudahkan kita dalam urusan kesehatan.

Bisa diunduh dari App Playstore


Halodoc tidak hanya untuk daftar berobat, bisa juga konsultasi langsung via online ke dokter yang andal dibidangnya, bisa beli obat secara online, fitur uploud resep, catatan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pengingat dan artikel kesehatan, bahkan sekarang sudah bisa daftar untuk rapid test dari aplikasi ini. Ini sangat membantu kita tentunya.

Jadi kalau ada keluhan kesehatan untuk diri sendiri atau keluarga, bisa langsung ke aplikasi Halodoc. Buat yang  berada di daerah Jakarta Selatan, ada klinik yang direkomendasikan oleh Halodoc, yaitu Bunda BIC Clinik Vida Bekasi. Bisa buat janji dari online, Lihat selengkapnya di Klinik BIC Vida Bekasi.


5. Jangan lupa berdoa
Aku masih sangat yakin bahwa segala sesuatu terjadi atas kudrah dan iradah Allah. Tidak jatuh daun kering dari ranting sebatang pohon tanpa seizin Allah. Makanya, meski pun sudah maksimal ikhtiar, aku tetap menutupnya dengan doa. Doakan kesembuhan kepada Allah. Semoga Allah melindungi kita dan keluarga dari segala penyakit. Happy family :)

0 Response to "5 Tips Menangani Diare pada Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel